Thursday, April 30, 2015

Shalat Dhuha

Bacaan sholat dhuha hampir sama dengan bacaan sholat sunat lainnya. Hanya bacaan niat, surat pendek yang dibaca serta doa setelah shalat yang agak berbeda. Sementara bacaan dan gerakan shalat pada umumnya sama saja.

Bacaan niat sholat dhuha



اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatad dhuhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.
Aku niat melakukan shalat sunat dhuha 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala.

Surat pendek yang dibaca

Surat pendek yang dibaca setelah membaca surat Al Fatihah adalah surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan surat Ad Dhuha pada rakaat ke dua (pendapat Imam Jalal Suyuthi dalam Hawsyil Khothiib). Pendapat lain yang juga sama kuatnya adalah membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama dan surat al Ikhlash pada rakaat ke dua (pendapat Ibnu Hajar dan Imam Ramli). Para ulama sepakat menganjurkan untuk mengumpulkan dua pendapat tersebut dengan membaca surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan Al Kafirun pada rakaat kedua, pada 2 rakaat pertama.  Selanjutnya pa da 2 rakaat selanjutnya, membaca ad Dhuha pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua. Untuk rakaat-rakat selanjutnya, membaca surat al Kafirun pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua.

Doa setelah sholat dhuha

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ



ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

DO’A SESUDAH SHOLAT


ASTAGHFIRULLAH HAL ADZIM.........3x
A’udzubillah himinas syaiton nirrojiim
Bismillah hirrohmannirohiim

Allahhumma sholli wasallim ala sayyidina..wahabibina..wa safi’ina..wakarimina..wadzukrina
Wa-maulana Muhammad.

Wassallim warodyalloh..watabarok wata’ala Qulli sahabati sayidina Rosullilahhi adzma’in
Walhamdulillah hirobbil alamin...

Hamdan yuwafi ni-amahu wayukafi majidah....
Ya Robbana lakal hamdu walakal syukru kama yanbaghi lijalalika wajhikal karim
Wa adzhiimi sulthonik......

Allah humma sholli ala sayidina Muhammad......
Wa-ala ali sayidina Muhammad.......
Sholatan tunjina biha min jamiil ahwa-liwal afat...
Wataghzilana biha jami’il hajat....
Watutoh hiruna biha min jami’il syai’at....
Watarfa’una biha ya Allah indaka a’lat darojat......
Watubbal lighuna biha aqsol ghoyat min jami’il khoiroti fil hayati wa ba’dal mamat
Innaka sami’u qoribun mujibut da’wat....
ya qodi yal hajat....Ya kafi yal muhimmat....
birohmatikaya arhama rohimin.....

Allah humma ahyina bil iman...wa amitna bil iman...wah syurna ma’al iman
Wa’adhilnal jannata ma’al iman...
Allah humma afina min qulli bala’iddun-ya wa azabil akhiroh
Wasyariddunya wasyarril akhiroh.....

Allahumma innaa nas aluka salamatan fiddiini wa'aafiyatan fil jasadi waziyaadatan fil 'ilmi wa barokatan firrizqi wataubatan qoblal maut... warohmatan 'indal maut wa maghfirotan ba'dal maut. Allahumma hawwin 'alaina fii sakarootil maut... wannajaata minannaar wal afwa 'indal hisaab.
Allah humma tahabwa bal khoir.....
Wal abwa bal barokah....wa abwa ba shehah...wal abwa bal quah....
Wa abwa bal afiah.......wa abwa bal jannah....


Allah humma inna nas-aluka minal khoiri....kullihi azilihi wa azilih..
Ma alimtu minhu wama lam a’lam....
Wa a’udzubika minas syarri qullihi azilihi...wa’azilih...
Ma alimtu minhu wama lam a’lam...

Wanas alukal janna tawama qoroba ilaiha...
Min qouliw wa-amaliw waniyatiw wa-ightiqod
Wa na’udzubika minannarri wama qorroba ilaiha...
Min qouliw wa-amaliw waniyatiw wa-ightiqod.....
Wanas aluka khoiroma ta’alatabihi abduka warosuluka Muhammaddun SAW..
Wana’udzubika min syarri matta alaka minhu abduka warosuluka Muhammadun SAW
Wanas aluka maa qodoitalana min amrin antaja ala’a qibatahu rosada

Robbana... dzolamna....anfusana..fa’illam taghfirlana....watarhamna
Lanaqunanna minal ghosirin........3x
Robbana waghfirlana, wali ikhwani nalladzi nadsabku nabil iman...
Wala taj’alfi qulubina lilla lilladzi na’amanu...robbana innaka gho’ufurrohiim
Robbana La tudzik qulubana ba’da ibhadaitana wahablana milladun karohmatan,,,
Innaka antal wahab....

Robbana...aatina...fiddun-ya...hasanah...
Wafil akhiroti hasanataw waqina adzab bannar....3 x

Wasalallohu ala sayidina Muhammadin
Wa’ala alihi wassohbihi wasallam......

Subhana robbika robbil adzati amma ya-sifuna wasalamun alal mursalin...
Walhamdulillahhurobbil alamiin....
Alfatihah......1 x
Amin....amin.....amin.....
Ya Allah..........Wa’fu anna ya karim.....wa’fu anna ya rohiim......
Allohumma bihaqqil fatihah....wasyirril fatihah.....wabarokatil fatihah......

Ya faridzalham....ya kasifalgham.....ya manni’abdiyal fir wayarham.....
Da’wahum subhanaka watkhiyatum fiha salam.....
Wa’akhirut da’wahum....anilhamdulillahhi roobbil alamin....
Wassalammualaikum wr wb

Wednesday, July 24, 2013

Panduan Membayar Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga, yang artinya memberikan sebagian kekayaan untuk orang yang berhak menerimanya (mustahiq) jika sudah mencapai nisab (jumlah minimal) dan haul (batas waktu).
“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat” (Al Baqarah:110).
“Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al Baqarah:43),  “…Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”. (Al Ahzab:33). kemudian juga pada  Bayyinah:5, Maryam:55

A. Zakat Fitrah, merupakan zakat yang wajib dikeluarkan Muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan.
a. Besarnya adalah 2,5 kg atau 3,5 liter dari makanan pokok yang biasa dimakan.
b. Para ulama menganjurkan bayar Zakat Fitrah berupa makanan pokok dibanding uang.
c. harus diberikan sebelum shalat ‘Ied

Para penerima Zakat (Mustahiq) (QS. At-Taubah: 60)
1. Faqir. Orang beriman yang tidak punya harta dan kemampuan untuk berusaha, sehingga tidak mampu memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
2. Miskin. Orang beriman yang mempunyai kemampuan untuk berusaha, namun hasil usahanya masih belum mencukupi untuk memenuhi segala kebutuhan hidup.
3. Amil. Orang beriman yang ditunjuk untuk mengurusi atau mengumpulkan zakat, sedangkan ia tidak memperoleh gaji atau upah dari kegiatannya itu.
4. Muallafah Qulubuhum. Orang yang baru masuk Islam.
5. Ar-Riqab. Seorang hamba sahaya yang telah dijanjikan oleh tuannya bahwa dia boleh menebus dirinya dengan sejumlah uang yang telah ditentukan.
6. Al-Gharimun. Orang beriman yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup (di jalan Allah) dan belum mampu untuk melunasi hutangnya tersebut.
7. Fi Sabilillah. Orang beriman yang berjihad di jalan Allah. Dalam hal ini bisa bala tentara yang berperang secara suka rela atau orang-orang yang mengikhlaskan jiwa raganya untuk Islam.
8. Ibnu As-Sabil. Orang beriman yang sedang terlantar dalam perjalanan dan membutuhkan bantuan.


B. Zakat Maal (Zakat Harta)
 Kekayaan yang wajib di zakati
a. Milik Penuh,
b. Berkembang,
c. Cukup Nishab,
d. Lebih Dari Kebutuhan Pokok,
e. Bebas Dari hutang,
f. Berlalu Satu Tahun (Al-Haul).

Yang wajib dizakati:
a. binatang ternak (seperti unta, sapi, kerbau, kambing, domba dan unggas) (Al An’aam:141)
b. emas, perak (Al An’aam:141) = 2,5% atau 1/40
c. Hasil pertanian: biji makanan yang mengenyangkan seperti beras, jagung, gandum dan sebagainya (Al An’aam:141) dan  buah-buahan seperti anggur dan kurma (HR Tirmidzi)
d. Harta perniagaan, kost-kostaan, mobil untuk usaha
e. Ijtihad ulama: zakat profesi

Nishab, Ukuran dan Cara Mengeluarkan Zakatnya
1. emas (2,5% atau 1/40)
Nishab emas sebanyak 20 dinar.
1 dinar = 4,25 gr emas
Jadi, 20 dinar = 85gr emas murni.

Dalil nishab ini adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun – yaitu dalam emas – sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya zakat ½ dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta, kecuali setelah satu haul.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

2. Nishab perak (2,5)
Nishab: 200 dirham= 595 gr

3. Nishab binatang ternak
a. Kambing
Nishab kambing adalah 40 ekor. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Jumlah Kambing Jumlah yang dikeluarkan
40 ekor 1 ekor kambing
120 ekor 2 ekor kambing
201 – 300 ekor 3 ekor kambing
> 300 ekor setiap 100, 1 ekor kambing
b. Onta
Nishab onta adalah 5 ekor.

c. Sapi
Nishab sapi adalah 30 ekor.
Jumlah Sapi Jumlah yang dikeluarkan
30-39 ekor 1 ekor tabi’ atau tabi’ah
40-59 ekor 1 ekor musinah
60 ekor 2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah
70 ekor 1 ekor tabi dan 1 ekor musinnah
80 ekor 2 ekor musinnah
90 ekor 3 ekor tabi’
100 ekor 2 ekor tabi’ dan 1 ekor musinnah

Keterangan:
1. Tabi’ dan tabi’ah adalah sapi jantan dan betina yang berusia setahun.
2. Musinnah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun.
3. Setiap 30 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor tabi’ dan setiap 40 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor musinnah.


4. Nishab hasil pertanian
(Qs. Al-An’am: 141)
Adapun nishabnya ialah 5 wasaq, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq.” (Muttafaqun ‘alaihi)
1 wasaq = 60 sha’ = 2,175 kg atau 3 kg.

Berdasarkan fatwa dan ketentuan resmi yang berlaku di Saudi Arabia:
nishab zakat hasil pertanian adalah 300 sha’ x 3 kg = 900 kg.
a. Pengairan (atau menggunakan alat penyiram tanaman, irigasi)= 1/20 (5%).
b. Tadah hujan  1/10 (10%).
 “Pada yang disirami oleh sungai dan hujan, maka sepersepuluh (1/10); dan yang disirami dengan pengairan (irigasi), maka seperduapuluh (1/20).” (HR. Muslim 2/673)

5. Nishab barang dagangan
Nishab sama dengan emas

Syarat-syarat sama dengan syarat-syarat yang ada pada zakat yang lain ditambah dengan:
1) Memilikinya dengan tidak dipaksa, seperti dengan membeli, menerima hadiah, dll.
2) Memilikinya dengan niat untuk perdagangan.
3) Nilainya telah sampai nishab.

Cara Menghitungnya:
Modal (jumlah seluruh barang + laba bersih) – Hutang (zakat 2,5)

6. Nishab harta karun (20 %)
Harta karun yang ditemukan, wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nishab dan haul, berdasarkan keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Dalam harta temuan terdapat seperlima (1/5) zakatnya.” (HR. Muttafaqun alaihi)